Artikel
DaGuSiBu: Cara Mendapatkan, Menggunakan, Menyimpan, dan Membuang Obat dengan Benar
Coba intip kotak obat di rumahmu. Ada sirup batuk yang dibuka entah kapan? Strip tablet tanpa kemasan luar yang sudah tidak jelas namanya? Salep yang tutupnya hilang? Kamu tidak sendirian. Karena itu Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) mengampanyekan satu kata yang mudah diingat: DaGuSiBu, singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang.
Da — Dapatkan obat dengan benar
- Beli obat di sarana resmi: apotek, instalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, atau toko obat berizin (khusus obat bebas dan bebas terbatas).
- Obat keras berlogo lingkaran merah huruf K hanya boleh didapat dengan resep. Penjelasannya ada di Arti Logo Obat.
- Periksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli. Langkah-langkahnya ada di Cek KLIK.
- Minta informasi obat ke apoteker: nama dan kandungan, kegunaan, dosis, cara pakai, dan efek samping.
Gu — Gunakan obat dengan benar
- Ikuti aturan pakai. “3 kali sehari” berarti kira-kira setiap 8 jam. “Sesudah makan” berarti setelah makan, bukan saat perut kosong.
- Gunakan alat takar bawaan untuk obat cair, bukan sendok dapur. Ini sangat penting untuk obat anak. Lihat dosis parasetamol anak.
- Jangan menggerus atau membelah tablet sembarangan. Tablet salut enterik atau lepas lambat bisa rusak fungsinya bila digerus. Tanyakan dulu ke apoteker.
- Selesaikan sesuai resep untuk obat seperti antibiotik (baca Antibiotik Harus Dihabiskan?), dan jangan terputus untuk obat rutin penyakit kronis.
- Rencanakan stok. Hitung kapan obat habis supaya kamu tidak kehabisan saat libur panjang. Kalkulator Kapan Obat Habis menghitungnya dari jumlah tablet dan aturan pakai. Contoh: 30 tablet dengan aturan 3 × 1 sehari cukup untuk 10 hari.
Si — Simpan obat dengan benar
Obat bisa rusak sebelum tanggal kedaluwarsanya bila disimpan di tempat yang salah. Prinsip umum:
- Ikuti petunjuk di kemasan. Kebanyakan obat disimpan di suhu ruang yang sejuk dan kering, terlindung dari cahaya matahari langsung. Banyak label menulis “simpan di bawah 30 °C”.
- Hindari kamar mandi dan dapur dekat kompor. Keduanya lembap dan suhunya naik-turun. Dasbor mobil yang terjemur panas juga bukan tempat untuk obat.
- Jangan masukkan kulkas kecuali diminta. Insulin yang belum dipakai, beberapa vaksin, dan suppositoria tertentu memang perlu kulkas (biasanya 2–8 °C, bukan freezer). Sirup biasa justru bisa mengkristal atau berubah bila didinginkan.
- Simpan dalam kemasan aslinya, lengkap dengan brosur. Memindahkan tablet ke wadah lain membuat nama, dosis, dan kedaluwarsanya hilang.
- Jauhkan dari jangkauan anak, idealnya di lemari tinggi atau yang bisa dikunci.
- Perhatikan batas setelah dibuka. Tanggal kedaluwarsa di kemasan berlaku selama kemasan belum dibuka. Sirup, tetes mata, dan salep yang sudah dibuka punya batas pakai yang lebih pendek. Contohnya, antibiotik sirup kering yang sudah dicampur air umumnya hanya bertahan sekitar 7 hari, dan tetes mata umumnya sekitar 1 bulan setelah dibuka, kecuali kemasannya menyebut lain. Tulis tanggal buka di kemasan.
Tanda obat sudah rusak: tablet berubah warna, lembek, retak, atau berbintik. Kapsul lengket atau pecah. Sirup keruh, berbau aneh, atau mengendap dan tidak bisa kembali tercampur. Salep terpisah atau berbau tengik. Kalau ada tanda seperti ini, jangan dipakai walaupun belum kedaluwarsa.
Bu — Buang obat dengan benar
Membuang obat sembarangan bisa mencemari lingkungan, dan kemasan obat bekas juga bisa disalahgunakan untuk mengemas obat palsu. Langkah umum yang dianjurkan:
- Cek dulu apakah ada layanan pengembalian obat. Beberapa apotek, rumah sakit, atau program pemerintah menerima obat rusak dan kedaluwarsa untuk dimusnahkan dengan benar. Ini cara terbaik bila tersedia.
- Tablet dan kapsul: keluarkan dari kemasan, hancurkan, lalu campur dengan tanah, ampas kopi, atau sampah lain. Masukkan ke plastik tertutup, lalu buang ke tempat sampah.
- Sirup: encerkan dengan air lalu buang ke saluran pembuangan. Pengecualian: sisa antibiotik sebaiknya tidak dibuang ke saluran air karena berkontribusi pada resistensi di lingkungan. Kembalikan ke apotek atau fasilitas kesehatan bila memungkinkan.
- Salep dan krim: keluarkan isinya dari tube, bungkus, lalu buang. Gunting tube-nya.
- Jarum suntik dan pen insulin: masukkan ke wadah keras yang tertutup rapat (misalnya botol plastik tebal), lalu tanyakan ke fasilitas kesehatan cara menyerahkannya.
- Rusak kemasan dan label (sobek, gunting, atau coret) supaya tidak bisa dipakai ulang untuk obat palsu.
Jadwalkan “bersih-bersih” kotak obat
Luangkan waktu 15 menit setiap 3–6 bulan untuk memeriksa kotak obat. Pisahkan obat yang kedaluwarsa, rusak, atau tidak jelas identitasnya, lalu buang dengan cara di atas. Catat obat yang sering dipakai tapi hampir habis supaya bisa dibeli ulang di apotek resmi.
Ringkasan
Dapatkan obat di sarana resmi, gunakan sesuai aturan, simpan di tempat sejuk dan kering dalam kemasan asli, dan buang dengan cara yang tidak mencemari lingkungan dan tidak bisa disalahgunakan. Empat langkah sederhana ini melindungi keluargamu dan lingkungan sekitar.